Seperti sebuah ruang yang pintunya selalu terbuka, voice room di HelloTalk seringkali jadi tempatku singgah terlalu lama. Niat awalnya sederhana: ingin melatih bahasa, ingin mendengar dan berbicara, belajar atau mengajarkan orsng lain. Tapi entah bagaimana, waktu di sana selalu berjalan lebih cepat daripada jam di dinding. Aku mulai bertanya pada diriku sendiri: berapa banyak waktu yang telah kulabuhkan di sana, dan berapa banyak rutinitas yang akhirnya tertinggal? Karena itu, hari ini aku memutuskan untuk berhenti sejenak. Satu bulan, selama bulan rabiul awwal, aku akan membangun dinding pengahalang antara diriku dan HelloTalk. Aku ingin tahu, apakah waktuku akan lebih teratur, apakah aku bisa kembali menyeimbangkan hari-hariku. Kalau ternyata aku merasa lebih baik, mungkin ini tanda aku harus benar-benar meninggalkan HelloTalk. Tapi kalau tidak, kalau aku masih merindukan ruang-ruang suara itu, membutuhkan suasana belajarnya, mungkin aku akan kembali, merobohkan dinding yang sekarang kubangun lalu mengetuk pintu ruang suara seperti biasa. Jadi, anggap saja ini bukan perpisahan. Hanya sebuah jeda. Sebuah ujian kecil: apakah aku lebih baik dengan, atau tanpa HelloTalk. Teguh Ardiansyah